Tentang SNI

Serikat Nelayan Indonesia

Sejarah SNI

Lahirnya Serikat Nelayan Indonesia (SNI)

Kelompok atau organisasi nelayan yang sebelumnya banyak bermunculan dibeberapa desa hingga wilayah diawali dengan ancaman yang dilakukan oleh para pelaku perusak lingkungan sebagai dampak dari modernisasi perikanan, tambak udang skala besar, serta industrialisasi seperti alat tangkap trawl yang merusak dan limbah industri sehingga pada prinsipnya perjuangan organisasi nelayan yang ada pada saat itu kasuistik dan selalu terputus ditengah jalan hingga kemudian muncul berupa keinginan lahirnya satu organisasi nelayan yang mewakili jutaan masyarakat pesisir atau nelayan yang hidupnya menggantungkan pada lautan dan perikanan.

Perlawanan organisasi nelayan ditingkat lokal selalu terhenti ditengah jalan karena belum ada organisasi nelayan yang kuat dan mampu berperan mengartikulakasikan kepentingan kaum nelayan. Hingga tercetuslah mandat pendirian Serikat Nelayan Indonesia atau SNI adalah organisasi nelayan tradisional yang didirikan pada tanggal 6 Desember 2007 pada pukul 23. 00 Wita di Propinsi Bali. Terbentuknya SNI dimulai dari musyawarah dan konsolidasi yang panjang dari tingkat Desa-Kabupaten dan Propinsi. Mulai dari Propinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Adapun organisasi atau kelompok nelayan yang melahirkan organisasi Serikat Nelayan Indonesia adalah:

Pembentukan SNI dilatarbelakangi oleh keprihatinan para nelayan yang dihadapi dan tidak adanya keberpihakan negara terhadap nelayan tradisional. Tidak ada tindakan nyata dari pemerintah untuk melindungi nelayan tradisional dalam persainggannya terhadap penggunaan alat tangkap yang membuat rusak habitat sumber daya perikanan seperti penggunaan alat tangkap trawl. Pemerintah juga tidak menjamin ketersediaan pasar ikan yang lebih menguntungkan dan adil bagi nelayan tradisional dalam menetapkan harga ikan yang selalu dimonopoli oleh pemilik modal (tengkulak). Pemerintah juga tidak melindungi wilayah tangkap nelayan tradisional, justru mempersempit dengan diberlakukannya Marine Protected Area (MPA) atau wilayah yang tertutup bagi penangkapan nelayan tradisional karena kepentingan eksplorasi pertambangan, wisata laut dan latihan militer.

Tujuan SNI

Tujuan dan Program Perjuangan SNI

Tujuan lahirnya Serikat Nelayan Indonesia untuk membangun solidaritas dan persatuan antar organisasi nelayan tradisional dalam rangka memajukan keadilan sosial, dalam ekonomi yang berkeadilan, kedaulatan pangan, kedaulatan atas sumber daya pesisir serta pelestarian cara-cara penangkapan nelayan tradisional yang ramah lingkungan dan cara-cara penangkapan yang sudah diakui secara adat istiadat atau turun temurun para nelayan tradisional.

Program perjuangan yang dilakukan SNI adalah memperkuat komunitas nelayan termasuk perempuan nelayan yang tergantung pada sektor perikanan dan kelautan yang menjadi sumber ekonomi keluarga serta mendorong anggota SNI dan anggota organisasi nelayan lainnya agar mampu berdaulat atas sumber pangan guna meningkatkan keberdayaan ekonominya. Membuat cara pandang bersama bahwa sumber daya alam adalah warisan bersama bagi semua orang yang harus dijaga dan dikelola dengan cara yang berkesinambungan demi keberlangsungan generasi yang akan datang. Melindungi dan mengadvokasi anggota SNI atau komunitas pesisir lainnya dari ancaman rusaknya habitat sumber daya kelautan dan perikanan seperi hilangnya pohon mangrove dan tercemarnya limbah yang menjadikan laut sebagai tempat pembuangan limbah yang dilakukan oleh perusahaan ekplorasi pertambangan baik yang didarat dan dilaut serta relokasi nelayan untuk proyek wisata.

Menegakan dan memperjuangkan hak wilayah tangkap nelayan tradisional bagi anggota SNI dan nelayan tradisional lainnya di Indonesia dibawah hukum nasional dan internasional, serta menjadikan organisasi nelayan menjadi peran utama dalam mengelola sumber daya perikanan dan kelautan baik tingkat lokal, nasional dan internasional, dan memperjuangkan kedaulatan pangan dalam skala lokal dan global dengan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan untu masa depan.

Keanggotaan SNI

Keanggotaan SNI

Keanggotaan organisasi SNI adalah terbuka bagi semua kelompok nelayan yang memiliki pandangan yang sama terhadap visi dan misi SNI. Kriteria keanggotaan Serikat Nelayan Indonesia adalah sebagai berikut :

Nelayan subsistem

Petani kerambah

Masyarakat adat yang mata pencariannya dilaut

Nelayan tradisional

Pemilik operator/tekong boat bermesin sederhana dengan alat tangkap yang ramah lingkungan

Para pekerja lepas di industri perikanan

Semua orang yang hidup dipesisir atau bergantung pada hasil tangkapan kelautan, termasuk perempuan pesisir serta keluarga nelayan lainnya

Perwakilan SNI Provinsi

Perwakilan SNI Kabupaten

Nelayan Tradisional

Petani Kerambah