Deklarasi SNI Cabang Kabupaten Ende

Komunitas Nelayan di Kabupaten Ende propinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Senin dan Selasa (7/8) Mei mendeklarasikan berdirinya Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Ende sekitar 150 orang yang diwakili dari tiga kecamatan diantaranya, Kecamatan Pulau Ende, Kecamatan Nangapanda dan Kecamatan Ende Selatan yang terdiri dari sembilan desa dan satu kelurahan. Hal tersebut dinyatakan oleh Abidin selaku panitia penyelenggara di tempat kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Anaraja Kecamatan Nangapanda, dan dibuka oleh Camat Nangapanda Bapak Oktavianus Rua Putra

Para nelayan berharap dengan diadakannya dekalarasi Serikat Nelayan Indonesia (SNI) di Kabupaten Ende, nelayan kecil dapat meningkat dari segi pendapatan, bisa bekerjasama dengan Pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi nelayan, sebut Yasin H Thalib nelayan asal Desa Penggajawa Kecamatan Nangapanda yang terpilih sebagai Ketua SNI Kabupaten Ende. Acara yang berlangsung dua hari ini, dihari pertama diisi dengan diskusi kelompok nelayan yang dibagi dalam kelompok terkait persoalan nelayan di Kabupaten Ende yang kemudian disampaikan dalam presentasi. Hasil dari diskusi dari kelompok nelayan muncul masalah nelayan yang dihadapi adalah ikan yang semakin susah dicari dan banyaknya alat tangkap yang merusak seperti penggunaan bom, pestasium, portas, dan harga ikan yang relatif murah. Lalu dilanjutkan dengan acara lokakarya terkait Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil sebagai pembicara adalah oleh Dewan Pimpinan Pusat Budi Laksana Sekretaris Jenderal Serikat Nelayan Indonesia, Gunawan dari IHCS, dan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ende yang diwakili oleh Bapak Don.

Budi Laksana dalam kesempatan menyampaikan “Bahwa Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil yang merupakan kewajiban Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten atau Kota merupakan mandat konstitusi yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam Nomor 7 Tahun 2016 dan SNI adalah salah satu organisasi nelayan yang menginisiatifkan lahirnya UU tersebut.”

Sedangkan Gunawan menyatakan bahwa isi dari kewajiban Pemerintah dalam melindungi dan Pemberdayaan Nelayan Kecil sudah tertuang dalam pasal-pasal yang sudah ada.” Jadi tidak ada alasan Pemerintah lalai dalam hal ini.” Don dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ende sangat menyambut antusias berdirinya Serikat Nelayan Indonesia. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ende akan bekerjasama dalam penguatan akses pangan bagi nelayan dan keluarganya.  “Dinas Ketahanan Pangan membuka ruang mengajak diskusi dalam penguatan pangan pesisir dengan basis keluarga nelayan.”

Dalam kesempatan acara yang digelar selama dua hari itu, dari beberapa undangan diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ende, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Nusa Tenggara Timur, dan Dirjen Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak ada yang hadir. Menurut nelayan peserta ketidakhadiran dari Dinas dan Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat di sayangkan sekali. Karena ini adalah kesempatan para nelayan di Kabupaten Ende untuk menyampaikan masalah yang dihadapi nelayan Hasil dari acara adalah bagaimana sosialisasi SNI di Kabupaten Ende, dan juga mempersiapkan untuk mendorong rancangan peraturan daerah Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil di Kabupaten Ende dan SNI Kabupaten Ende akan mengundang unsur Pemerintah dan Kepolisian dari Polairud Kabupaten Ende untuk berdialog mengatasi masalah pengeboman dan racun ikan yang selama ini terjadi di perairan Kabupaten Ende.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *