Situasi Kepentingan Masyarakat Nelayan Kecil

Di dalam tulisan ini merupakan hal-hal yang memuat situasi keperluan nelayan khususnya nelayan kecil di Kab. Indramayu dan peranan organisasi nelayan (SNI). Situasi tersebut di antaranya :

  1. Pembanguan Sandaran dan Belum Adanya Doking Kapal Kecil

Tentang rencana adanya Pembangunan Sandaran sepanjang sungai di antara desa Pabean Udik dan desa Karangsong. Pembangunan Sandaran harus mempertimbangkan asas keadilan bahwa tidaklah tepat sandaran tersebut diperuntukkan untuk umum karena tidaklah mungkin Kapal Kecil (<10 GT) disatukan sandarannya dengan Kapal Besar (>10 GT) sebab dapat merusak Kapal-Kapal Kecil ketika Kapal Besar keluar untuk melaut. Kerusakan tersebut timbul jika ombak yang dihasilkan kapal besar membuat kapal kecil yang berhimpitan dengan kapal besar lainnya saling bertabrakan. Selain sandaran yaitu Tempat Perbaikan Kapal (Doking) untuk kapal berukuran kecil masih belum ada sehingga kurang tertibnya kapal-kapal kecil jika sedang masa perawatan/perbaikan.

  1. Undang-Undang dan Peraturan Dibawahnya Terkait Implementasinya

Dengan adanya peraturan yang baru untuk nelayan yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam (Selanjutnya UU No. 7/2016). Berkenaan dengan anggota SNI Indramayu maka yang lebih banyak di bahas adalah Nelayan Kecil. Dimana Nelayan Kecil menurut UU No. 7/2016 adalah Nelayan yang melakukan penangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik yang tidak menggunakan kapal penangkap ikan maupun yang menggunakan kapal penangkap ikan berukuran paling besar 10 Gross Ton (GT).

Bahwa pengkategorian nelayan tersebut berpengaruh terhadap proses-proses pembuatan Surat-Surat Kapal (SIUP/SIPI, PAS KAPAL, GROSS AKTA dan lainnya), dimana pembuatan Surat-Surat Kapal untuk nelayan kecil yang berukuran 7-10 GT tidak masuk dalam proses pembuatan Dinas di daerah melainkan Dinas di Provinsi Jawa Barat dan/atau Syahbandar Kelas II di Cirebon. Padahal UU No.7/2016 tersebut mengkategorikan nelayan kecil yaitu nelayan yang kapal tangkapnya berukuran paling besar 10 GT. Hal ini perlu di pertimbangkan agar dalam proses-proses pembuatan Peraturan Daerah atau peraturan di bawah UU tidak bertentangan dengan UU atau peraturan yang lebih tinggi. Sehingga asaz-asaz dalam pembuatan Peraturan Perundang-Undangan bisa lebih di perhitungkan dan menjadi regulasi yang sistematis.

  1. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Khusus Rajungan

Bahwa kebanyakan dari anggota SNI Kabupaten Indramayu di desa Pabean Udik dan Karangsong adalah nelayan penangkap Rajungan. Rajungan tidaklah mudah untuk di adakan pelelangan karena sensitif busuknya rajungan sangat rentan. Terlebih lagi terjeratnya hutang nelayan kecil kepada bakul/bos membuat nelayan kecil tidak bisa menjual hasil tangkapannya ke TPI. Seperti halnya di TPI Desa Pabean Udik yang dimana DKP Kab. Indramayu sudah melakukan beberapa kali sosialisasi kepada nelayan namun masih belum bisa menemukan titik terang terkait solusi untuk menarik nelayan rajungan menjual hasil tangkapannya ke TPI tersebut. Untuk itu jika SNI Indramayu di perkenankan bisa ikut andil dalam pengurusan TPI, dari beberapa anggota siap untuk mendinamikakan TPI tersebut. Perlu di pertimbangkan juga otoritas pengolahan TPI di bawah kendali Pengurus SNI Indramayu bersama dengan pemerintahan Kabupaten Indramayu untuk mencapai kesepakatan dan keuntungan bersama jika TPI bisa berkembang.

  1. Peranan Organisasi Nelayan (SNI Cab. Indramayu)

Bahwa sejak di deklarasikannya SNI Cab. Indramayu (21/02/2018), sudah ada beberapa program yang menjadi pengawalan kerja-kerja organisasi. Diantaranya terkait pemberdayaan Istri-Istri nelayan dengan melakukan pengolahan perikanan seperti membuat produk Kerupuk Kulit Tuna dan pengajuan Pas Kecil kepada Syahbandar Indramayu secara kolektif. Anggota juga membuat suatu Koperasi walau belum legal secara hukum namun dari koperasi tersebut anggota bersedia membangun ekonomi mandiri. Sebagaimana Koperasi bahwa permodalan masih berbasis dari Tabungan/Iuran Anggota dan permodalan tersebut sudah terkumpul sejak bulan Juni 2018 sampai sekarang. Koperasi ini beranggotakan 60 orang dari nelayan kecil. Pergerakan Koperasi ini dimulai dengan hal kecil yaitu Melakukan Pengadaan Es untuk anggotanya yang sudah meraup keuntungan dan menambah permodalan koperasi. Rencana kerja besarnya dari adanya koperasi tersebut yaitu koperasi bisa memproduksi alat tangkap rajungan (bubu) untuk dijual kepada anggota koperasi dan organisasi serta nelayan rajungan pada umumnya. Selain produksi bubu juga berencana untuk membuat produk olahan dari Rajungan.

 

Arif Setiawan SNI Indramayu

Kontak : 087828950236

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *