SNI Indramayu Menuntut Polres dan DPRD Indramayu

Nelayan Indramayu yang tergabung dalam Serikat Nelayan Indonesia Cabang Indramayu (SNI Indramayu) menggelar aksi massa dengan cara jalan kaki menuju tiga target yaitu Polres Indramayu, DPRD Indramayu dan Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Indramayu. Dari aksi tersebut nelayan di sambut baik oleh Kepala Polres Indramayu, Wakil DPRD Indramayu dan Kepala Diskana.

Di gelarnya aksi massa tersebut disebabkan dari bulan Oktober 2018 sampai saat ini sedang maraknya pengguna Alat Tangkap Garok untuk menangkap Teripang Bola (Ondol-Ondol). Nelayan kecil pengguna alat tangkap legal dan anggota SNII ndramayu merupakan korban dari perusakan dan pengurangan hasil tangkapan. Hal itu disebabkan dari cara kerja alat tangkap garok. Dilemparkan dan dibentangkan sedalam 16-20 meter kelaut kemudian ditarik dengan kapal. Penarikan garok merusak biota laut seperti trumbu karang, habitat dan generasi hewan laut. Sedangkan pihak yang berwenang se akan menutup mata dan telinga.

Menurut Ketua SNI Indramayu selaku Kordinator Aksi, Sutarno menyatakan “Selain merusak, garok merupakan alat tangkap terlarang menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 71 Tahun 2016, tuturnya. Lanjutnya “SNI mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait larangan penggunaan alat tangkap yang merusak habitat laut dan mengawal hasil kesepakatan Rapat Koordinasi Penanganan Nelayan Teripang Bola (Ondol-Ondol) yang bertempat diKantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengawasan Sumber Daya Kelautan Propinsi Jawa Barat pada tanggal 13 Desember 2018. Dimana salah satu hasilnya yaitu Nelayan yang melakukan penangkapan Teripang Bola (ondol-ondol) dengan Garok dan Nelayan yang menggunakan Alat Tangkap Jenis Garok Lainnya agar mentaati Permen KP No.71 Tahun 2016”, jelas Sutarno.

Ketika sampai di Polres. Massa Aksi di sambut oleh Kepala Polres Indramayu AKBP M. Yoris Maulana dengan menyampaikan kepada massa aksi bahwa “Sebagai pihak Kepolisian yang ada di Indramayu kami mengapresiasi tuntutan tersebut serta sebagai pimpinan saya akan nindaklanjuti dalam1x24 jam dengan melakukan rapat bersama Polair Polda, Diskanla, Syahbandar dan Intansi terkait agar hasilnya bisa menjadi masukan kepada Bupati Indramayu”, jelas Yoris.

Kemudian massa aksi menyambangi DPRD Indramayu. Di DPRD, nelayan melalui perwakilannya di perbolehkan untuk dialog berasama pihak DPRD. Perwakilan nelayan di pertemukan dengan Wakil DPRD dan Jajaran Komisi C DPRD. Komisi C, Kasan Bashari menyampaikan tanggapan dari tuntutan SNI Indramayu “Tuntutan mengenai permasalahan Garok, pihakDPRD akan melakukan kordinasi dengan instansi terkait agar segera melakukan tindakan. Sedangkan untuk tuntutan pembuatan Perda Indramayu tentang Nelayan pada tahun ini sudah masuk dalam Prolegda 2019 namun masih dalam penyusunan Naskah Akademik”, tutur Kasan.

Selain itu Kasan menyampaikan juga keseriusannya bahwa Pihaknya akan memebrikan Informasi kepada SNI Indramayu paling lambat hari Senin tanggal 14 Januari 2019 terkait penanganan Garok. Selesai dialog. Massa Aksiberanjak menuju Diskanla. Di depan kantor Diskanla, massa aksi melakukan penyegelan secara simbolis dengan membaca Al-fatiha bersamaan jugamenyerahankan Garok kepada Kepala Diskanla.

Adapun poin-poin tuntutan SNI Indramayu di sampaikan oleh Orator, Arif Setiawan dalam orasinya “Pertama Mendesak pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menertibkan pengguna Alat Tanggkap Garok atau Alat Tangkap Terlarang lainnya diwilayah pesisir dan perairan Indramayu maupun wilayah lainnya di Indonesia sesuai peraturan perundang-undangan; kedua Menuntut DPRD Indramayu agar segera membuat Perda Indramayu tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan; ketiga Menuntut Pemerintahan Indramayu untuk memberikan hak-hak nelayan, akses infrastruktur yang adil bagi nelayan kecil dan perizinan kapal yang mudah dan murah karena Keadilan Kelautan adalah pondasi untuk tercukupinya hasil tangkapan bagi generasi nelayan dan ketahanan pangan laut nasional”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *