Perempuan Pesisir Benteng Ekonomi Keluarga

 (CIREBON) Selama musim baratan (gelombang) Yuningsih terpaksa  harus menelusuri sepanjang pantai mulai dari pesisir pantai Parigi,  Batuhiu, hingga pantai Pengandaran untuk mencari rongsokan yang  terbawa ombak laut kepinggir dan ditemani anak perempuannya Una (5  tahun). Disaat para suami terpaksa tak bisa kelaut karena gelombang  besar. Lain halnya dengan Sarini perempuan

Sudah Tak Ada Ikan, Malah BBM Naik

 (CIREBON) Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah kalimat yang pas ditempatkan bagi  para nelayan terkait rencana Pemerintah untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak  (BBM) tentu akan menjadi beban bagi para nelayan terutama nelayan tradisional yang  memiliki armada perahu di bawah 5 Gross Ton (GT) dengan jangkauan tak lebih dari 3

Liberalisasi Perikanan dan Nasib Nelayan

Laporan terbaru FAO (2010) menempatkan Indonesia sebagai negara produsen  perikanan ketiga terbesar di dunia dengan nilai produksi 5,384 juta ton. Dalam laporan  itu juga disebutkan bahwa China menjadi produsen teratas (14,8 juta ton), disusul Peru  (7,4 juta ton). Senada dengan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menunjukkan adanya  kenaikan nilai

Ribuan Massa Dorong Pembentukan Pansus Agraria

(JAKARTA) Ribuan massa yang tergabung dalam Sekretariat Bersama  “Pemulihan Hak-Hak Rakyat Indonesia”  melakukan aksi untuk    mendorong pembentukan Panitia Khusus (12/01/2012) di  DPR untuk  mengatasi konflik agraria yang terjadi di Indonesia. Kasus Bima dan  Mesuji adalah bukti ketidakberesan pengelolahan agraria yang selalu  mementingkan salah satu pihak saja yaitu Pengusaha, dan

Konflik Agraria Sumber Malapetaka

(JAKARTA) Rencananya berbagai lembaga Organisasi Masyarakat dan LSM, akan sama-sama datang dengan massa puluhan ribu orang pada 12 Januari 2012. Selain keistana negara massa juga akan mendatangi gedung DPR. Dalam konferensi pers yang dilakukan di Kantor Walhi (Selasa, 3/1/2012). Menurut Gunawan Ketua Indonesian Human Rights Commite for Social Justice(IHCS) aksi

Potret Buram Perlindungan Hak Nelayan Tradisional

TANJUNG BALAI-ASAHAN : Jika aparat ada dibelakang pengusaha (pemilik modal) maka nelayan kecil akan selalu dikriminalisasikan dan diposisikan sebagai penjahat. Tegas Hafizal sebagai Ketua Wilayah Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Sumatera Utara, mengenai tanggapannya terkait penangkapan Abdul Latief Sitorus yang biasa akrab dipanggil Sangkot oleh Aparat Kepolisian Polres Tanjung Balai dan

SNI : Pandangan Sikap Hari Nusantara

SNI SERIKAT NELAYAN INDONESIA Pengakuan Hak Nelayan Tradisional Demi Tegaknya Kedaulatan dan Kesejahteraan Bangsa   13 Desember 1957, adalah hari bersejarah bagi perjalanan Bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim dimana kedaulatan wilayah perairan yang sebelumnya hanya 3 mil dari bibir pantai berdasarkan hukum Kolonial Hindia Belanda. Cita-cita dalam mandat Deklarasi Djuanda