Peringati Hari Pangan Dunia 16 Oktober 2014 ; Kedaulatan Pangan Kedaulatan Negeri

IMG_5503 (JAKARTA) Memperingati hari pangan dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2014,  Aliansi untuk Kedaulatan Pangan (AKAP) yang terdiri dari berbagai organisasi seperti Serikat  Nelayan Indonesia (SNI), Solidaritas Perempuan (SP), IGJ, Koalasi Rakyat untuk Keadilan  Perikanan (KIARA), FIELD Indonesia, KRKP, FPPI, API, Senat Mahasiswa Universitas  Pangandaran, Komunitas Pemuda Tani Sabalad Kabupaten Pangandaran, dan YFM,  melakukan aksi teaterikal di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada kamis (16/10).

Aksi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kepemimpinan SBY yang sebentar lagi akan  selesai. Bagi AKAP selama satu dekade kepemimpinan SBY ketergantungan impor pangan  semakin tinggi dan mencapai 19,2 miliar USD. Derasnya impor berakibat pada tingginya  jumlah kemiskinan dipedesaan. Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan garis kemiskinan naik 11,45 persen dibanding tahun 2013.

Sekretaris Jenderal Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Budi Laksana menyatakan “bahwa ada 10.640 desa pesisir di Indonesia dan 25 persennya adalah penyumbang kemiskinan nasional dan pastinya angka itu ada pada jumlah nelayan kecil yang mayoritas ada diIndonesia.”  Selain Budi, Ami dari IGJ mengatakan “pembukaan akses pasar produk pangan  melalului masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015 telah berdampak terhadap menurunnya daya saing petani dan nelayan karena murah dan mudahnya masuk Indonesia.”

Sedangkan Arieska dari Solidaritas Perempuan menyampaikan “dampak liberalisasi pangan dan terbatasnya akses perempuan dalam hal pangan dipedesaan membuat banyak perempuan hijrah mencari nafkah sebagai TKW dinegeri orang”. Melalui Hari Pangan Sedunia dengan mengambil tema Hentikan Industrialisasi Pangan, Kembalikan Kedaulatan Pangan dengan tuntutan diantaranya ; menghentikan kebijakan pangan yang memiskinkan petani dan nelayan. Sekaligus pemerintahan Jokowi-JK untuk segera menyusun kebijakan kedaulatan pangan yang mengutamakan peran produsen pangan lokal (DAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: