Teguhkan Kedaulatan Pangan Petani dan Nelayan Berbagi Cerita

 

 INDRAMAYU Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Indramayu dan Kelompok Tani Pemulya Tanaman Indramayu mengadakan acara Siraturrahim Produsen Pangan Skala Kecil Petani dan Nelayan untuk Kedaulatan Pangan. Acara yang diadakan di Desa Jengkok Kecamatan Kertasemaya Indramayu diadakan selama dua hari, 27 dan 28 Maret 2013. Hadir para nelayan SNI dari Desa Dadap, Karangsong dan Desa Eretan. Sedangkan kelompok Tani berasal dari Desa Tenajar, Tugu, Sliyeg, dan Desa Gabus.

Acara yang didukung oleh FIELD Indonesia juga dihadiri oleh Dwi Andreas Santoso dari Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI). Selain itu hadir pula dari Indonesian Human Rights Committee For Social Justice (IHCS) tim kuasa hukum dalam gugatan Undang-Undang Sistem Budidaya Tanaman (SBT) yang dilakukan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Budi Laksana Sekretaris Jenderal Serikat Nelayan Indonesia (SNI) mengatakan, “acara ini merupakan langkah dalam penguatan organisasi tani dan nelayan kedepan guna memantapkan perwujudan kedaulatan pangan di Indonesia khususnya di Indramayu”. Senada dangan Budi, Aditiajaya dari FIELD Indonesia sangat mendukung langkah nyata yang dilakukan oleh petani dan nelayan. “Kami dari FIELD Indonesia sangat mengapresiasi langkah kawan-kawan minimal dalam tingkat lokal Kabupaten Indramayu ada agenda bersama untuk saling mendukung”. 

Bagi Asrikin dari SNI Indramayu, mengatakan bahwa nelayan di Indramayu terutama bagi para nelayan kecil dibawah 5 GT selalu kesulitan menjual ikan karena tidak adanya pelelangan ikan yang berbasis komunitas. Karena tempat pelelangan ikan di Indramayu cenderung untuk kapal-kapal diatas 30 GT. “Jadi sangat sulit untuk penjualan ikan basah jika tidak ada jaringan yang lebih luas”.

Acara yang dihadiri sekitar 67 orang petani dan nelayan Indramayu, panitia juga mengundang unsur pemerintahan seperti Bupati Indramayu, Pimpinan DPRD, Kepala Dinas Pertanian, dan juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. Hanya saja tak ada perwakilan dari pemerintahan Kabupaten Indramayu yang hadir. Joharipin Ketua Kelompok Karya Peduli Tani menyayangkan sikap ketidakhadiran pemerintah. “ia sangat sayang pemerintah tidak hadir, tapi dari rencana tindaklanjut ini kita akan datangi mereka dan mendorong adanya peraturan daerah Indramayu untuk dapat melindungi para petani pemulya benih. Karena dari situasi saat ini sangat mungkin para petani pemulya benih akan akan dikriminalisasikan seperti petani di Kediri.”     

Tindaklanjut lainnya dari pertemuan tersebut adalah membangun pasar lokal lintas sektor dan mendorong perluasaan jaringan petani pemulya benih, dan nelayan di Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: